Wellcome to My Blog Corner


Situs Terpercaya dan Terupdate

Tuesday, October 28, 2008

Pilih-pilih Pot dan Tempayan


Ragam jenis pot atau tempayan yang ada di pedagang tanaman hias, mengisyaratkan bahwa popularitas wadah tanaman ini sedang marak. Anda tertarik? Simak dulu kiatnya!

Menyusuri sentra-sentra tanaman hias, deretan pot atau tempayan kini terlihat makin bervariasi. Beragam bahan dasar, ukuran, warna, dan model tersedia untuk dipilih. Tak pelak semuanya mengisyaratkan bahwa popularitas wadah tanaman ini sedang marak. Anda tertarik juga untuk menggunakannya di taman? Simak dulu kiatnya berikut ini.

Beda Pot dan Tempayan
Kata ‘pot’—berasal dari bahasa Inggris dan Belanda—dengan jelas mengacu pada sebuah obyek yang berfungsi sebagai wadah tanaman. Wadah di sini bisa berarti dua. Yang pertama, tanaman hias ditanam langsung di dalam pot tersebut, setelah sebelumnya pot diisi dahulu dengan media tanam. Yang kedua, pot hanyalah sebagai “peranti display”, di mana pot hanya “membungkus” wadah asli tanaman (yang biasanya jelek). Hal ini terutama bila pot tersebut merupakan barang yang mahal, langka atau antik.

Sementara itu tempayan adalah wadah—biasanya terbuat dari tanah liat—bermulut lebar. Meskipun yang diberi nama gentong (tinggi, bermulut sempit), juga tergolong dalam keluarga tempayan. Awalnya tempayan lebih berfungsi sebagai wadah air, tetapi lambat laun dimanfaatkan pula sebagai wadah tanaman. Sama seperti pot, tanaman hias bisa ditanam langsung, atau bersama potnya, dimasukkan ke dalam tempayan. Umumnya tempayan lebih dimanfaatkan untuk tanaman air, tetapi sah-sah saja jika dipakai untuk menanam tanaman hias yang menggunakan media tanam tanah.

Bahan Dasar dan Sifat Tanaman
Aneka pot dan tempayan yang sekarang ini ditawarkan terbuat dari beragam bahan dasar; tanah liat, adukan semen, keramik, porselen, plastik, bahkan kayu. Finishing atau sentuhan akhirnya pun bervariasi. Dibiarkan polos sesuai dengan warna bahan dasarnya, diberi ornamen-ornamen yang menonjol (seperti profil), ditempel mozaik porselen, batu-batu kerikil. diwarnai, dan diglasir. Semuanya ini dilakukan agar pot dan tempayan tampil menarik sesuai dengan selera masing-masing konsumen.

Namun sebelum membeli, sebaiknya pertimbangkan dahulu sifat bahan dasar wadah dan tanaman hias yang akan ditempatkan di situ, khususnya bila wadah memang direncanakan untuk menampung media tanam sekaligus tanamannya. Misalnya pot atau tempayan dari tanah liat mempunyai sifat poros, menyebabkan air cepat merembes keluar sehingga media tanam cepat kering.

Jadi untuk pot dan tempayan tanah liat harus dipilih tanaman yang kurang membutuhkan air banyak seperti mirten, tah-tehan, dan jenis sukulen. Atau pilih lokasi penempatan pot yang agak teduh. Jika trik ini yang Anda pilih, jangan lupa memilih jenis tanaman yang menyukai keteduhan (Misalnya jenis semi in – door).

Jika digunakan untuk wadah tanaman air (Tempayan dan pot-pot tanah liat yang tinggi dan bermulut lebar), bagian dalam pot dan tempayan tanah liat perlu dilapisi dahulu dengan adonan semen untuk menutupi pori-pori dinding.

Untuk pot atau tempayan dari adukan semen, sifatnya juga berporus tapi sedikit lebih kedap daripada yang tebuat dari tanah liat. Sebaliknya pot plastik/fiber bersifat kedap air dan udara. Kelemahan pot atau tempayan plastik adalah penguapan kelebihan air siraman terhambat sehingga media tanah seringkali menjadi terlalu basah. Akibatnya akar-akar tanaman akan membusuk.

Jika menggunakan pot plastik, pastikan bahwa lubang-lubang di dasar pot cukup banyak. Dan 1/3 bagian bawah pot sebaiknya diberi arang, batu karang atau batu apung dan disempurnakan dengan penyangga dari batu bata atau besi. Dengan demikian kelebihan air dalam pot akan mudah mengalir keluar. Hingga saat ini tempayan plastik atau lebih tepatnya ember, sering digunakan pedagang tanaman hias sebagai wadah tanaman air. Tapi tanaman air biasanya akan tumbuh lebih sempurna bila ditanam langsung dalam wadah tanah liat yang besarnya memadai.

Pot dan tempayan dari keramik atau porselen juga bersifat kedap udara dan air. Meski keduanya dibuat dari bahan-bahan alami, setelah melalui proses pembakaran, pori-porinya akan merapat. Tampil mewah, mahal dan berat, jenis ini lebih sering digunakan sebagai peranti display.

Sementara itu, pot kayu lebih cocok untuk tanaman hias yang menggunakan media tanam pakis cincang, seperti suplir, kadaka, kuping gajah, atau anggrek, karena kayu menahan kelembaban cukup baik. Tempayan dari kayu (tahang), bisa juga untuk wadah tanaman air, asalkan bagian dalamnya dilapis dahulu dengan aspal supaya kedap air.

Model dan Ukuran
Membeli pot atau tempayan memerlukan pertimbangan bijak. Di samping bahan dasar, besarnya pot perlu dipikirkan supaya mampu mengantisipasi pertumbuhan tanaman. Setelah sekian waktu, ukuran dan bentuk tanaman pasti akan berubah. Yakni lebih tinggi dan lebih melebar. Bisa jadi, wadah dan tanaman sudah tampil serasi di saat awal penanaman menjadi tidak proporsional lagi. Selanjutnya wadah yang terlalu sempit tentunya akan menghambat pertumbuhan akar tanaman yang pada akhirnya juga mengurangi kesempurnaan tampilan tanaman.

Bentuk fisik tanaman perlu pula disesuaikan dengan bentuk dan ketinggian wadah. Misalnya, tajuk tanaman yang membulat dan melebar akan tampil serasi bila wadahnya tidak terlalu tinggi dan berbentuk cembung. Sedangkan tanaman yang bentuknya meninggi memerlukan wadah yang agak tinggi pula supaya tampil seimbang. Begitu pula untuk tanaman yang sifatnya menjuntai ke bawah.

Model pot atau tempayan jangan diabaikan, terutama bila benda-benda tersebut hendak digunakan sebagai elemen dekoratif taman. Hindari memilih model pot yang terlalu ramai bila ukuran taman sangat terbatas. Bentuk/model yang bergaris tegas, sederhana dalam tampilan, justru akan menonjol setelah diletakkan di taman.

Kosong Tetap Oke
Selain untuk peranti display tanaman hias, pot dan tempayan kini mulai difungsikan sebagai elemen estetika dalam taman. Meskipun kosong tanpa tanaman, tetapi jika bahan, bentuk, dan warna wadah dipilih dan diletakkan dengan penuh selera, maka wadah tersebut justru akan tampil ornamental serta berfungsi sebagai point of interest tamanyang menawan.

Sebagai contoh, sebuah taman yang mungil pun sudah mampu mempesona mata. Cukup “bermodalkan” sebuah gentong, tempayan, atau pot tinggi, sedikit tanaman-tanaman kecil di kakinya, hamparan rumput hijau, dan sedikit perkerasan.

Begitu pula bila beberapa pot terakota atau tanah liat yang polos dan sederhana, terdiri dari berbagai bentuk dan diisi dengan tanaman hias dari jenis yang sama, ditata secara artistik dalam sebuah kelompok. Hasilnya pasti membuat Anda bangga

Tuesday, October 21, 2008

How to Start Your Own Internet Business - 6 Tips That Breed Success

By : Nicolaas Theron http://www.free-find-articles.com/

Summary:
The income potential of the Internet is luring more and more people into its intricate web. These 6 tips will help you to start your own Internet business the right way: avoiding the pitfalls and maximising the opportunities that present themselves.

The income potential of the internet is attracting more and more people every day. Here are some quick pointers to help you figure out how to start your own internet business.

SET YOUR GOALS
Before you start your own internet business it is important to decide what exactly you want to achieve. Do you just want a small side income, or do you want to build a longterm business that can see you quitting your job and provide you with a full time income.

BE REALISTIC
You have to realize that the Internet is not some get rich quick environment. The people who are making big money online has done so through hard, often repetitive and boring work. There are no big secrets and not a whole lot of shortcuts. Don't expect to get rich overnight with little or no effort. It just doesn't work that way. Treat your internet business as a game or a sideshow and you won't get very far.

INTERNET BUSINESS IDEAS
There are many ways to make money with an internet business. You can sell stuff on eBay, you can become an affiliate and sell other people's products for commission, you can create your own digital information products to sell, you can sell physical products, you can build content sites or blogs and monetize them with programs like Google Adsense, which pays you per click. It's exactly in these myriad of options where most people run into trouble. Which brings us to the next point.

FOCUS
Decide on a business model and then focus on doing just that. Too many people get caught up in jumping from one type of income stream to the other, without really committing to any single one. This is a recipe for failure. Once you start making money and get more adept at what you're doing, you should by all means expand into other business models to build multiple streams of income. To begin with though, pick one and run with it. If you're going to build content sites for Adsense or affiliate income, throw yourself into that completely.

LEARN
Once you decide what business model you want to focus on, learn how to do it properly. There are an obscene amount of ebooks and video courses on internet marketing available online, so you won't have any trouble finding any relating to your specific business model. The best thing to do is to find a good mentor or at least a community of successful individuals committed to your success. Naturally you're not going to get this for free, but it is without a doubt the best investment you can make in an internet business if you're just starting out.

TAKE ACTION
Don't fall into the trap of buying one marketing course after the other or jumping from one opportunity to the next. Learn, and then put what you learn into action. There are no secrets to making money online, despite what all the sales pitches you'll run into online will try to tell you. Action is what will produce results for you.

Sunday, October 19, 2008

How To Choose The Right Furniture For You

Long gone are the days when office furniture meant a simple computer desk and a filing cabinet. In this day and age, we have all sorts of technology to accommodate for. There are photocopiers, drafting tables, large networks of workstations, and much more to take into account.

Getting the best deal on this excess in office furniture can be tough. And the question arises as to whether not the extra money is worth it in the first place- so what is a business to do?

Discount Office Furniture Vs Brand Name Office Furniture

There is a certain place for budget cuts, and then certain places for excess spending. Office furniture is one of the categories that floats somewhere in the middle between the two.

Some claim that brand name furniture that specializes in new-age design and comfort is worth the money. The reasoning behind this claim is simple: happy and comfortable workers are more efficient than uninspired and unhappy workers.

One good example of this is Google, who is a company that specializes in employee satisfaction. Google remains to be one of the best places to work for- and if you've seen their office furniture, you can guess it wasn't the discount brand at the handy shop. Google claims that the extra style inspires creativity- and we can't disagree.

But discount furniture is what most businesses side with. After all, how much more money can one spend before trying to make employees more inspired? For most businesses, the return on investment just isn't anywhere near what they'd like. The result: you'll likely stick with discount office furniture long before splurging on new-age furniture.

Arguments for Work Safety and Tax Write-offs O

ne of the leading problems in workplace safety is carpal tunnel syndrome. This affliction is caused by poor posture in the workplace- something many brand name products fix. Some could argue that the company would be less responsible for injuries with these ergonomic brands of office furniture. In many respects, they are right- carpal tunnel is indeed a very real threat.

To help justify the cause, some argue that the tax write-offs that are available for office furniture makes the price of ergonomic designs much easier to stomach. This will put many office products in reach for businesses- but careful spending is still needed. There are limits to the tax write-offs, and even then, the tax breaks only come once a year.

One clever strategy many businesses engage in is last-minute shopping. That way they can get a return on their money much sooner, so waiting the year out isn't a problem (whereas the money could be better used in reinvesting into the business).

When Money Isn't an Option

If money wasn't an option, what should you splurge on? First and foremost, safety should be addressed. Chairs with supportive backs are a must. Keyboards and mice with ergonomic designs that counteract carpal tunnel are also worthy of a purchase.

Only after safety is addressed should one consider style and brand name options. It's nice to have a decorated office space to inspire and give a positive attitude. When money isn't an option, this will indeed benefit those who use the office. (Studies show interesting colours and styles do, in fact, inspire creativity and help overall efficiency on average.)

In the end, it's good to have an accountant nearby for tax advice, safety in mind, and a strong will to get the best office furniture for your company

Author : Craig Miller

Pilih-pilih Pot dan Tempayan

Ragam jenis pot atau tempayan yang ada di pedagang tanaman hias, mengisyaratkan bahwa popularitas wadah tanaman ini sedang marak. Anda terta...